Apa Itu Ad Discrepancy?
Perusahaan Digital Marketing di Jakarta - Saat ini dalam dunia digital yang kian berkembang pesat, iklan online menjadi salah satu strategi pemasaran yang efektif bagi sebuah bisnis online.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa adanya perbedaan data antara yang diharapkan dan yang sebenarnya, atau yang biasa dikenal dengan istilah ad discrepancy, dapat menjadi hambatan dalam mengukur efektivitas kampanye iklan. Ad discrepancy dapat berdampak langsung pada keberhasilan strategi pemasaran secara keseluruhan.
Menurut Perusahaan Digital Marketing di Jakarta, Ad Discrepancy adalah perbedaan data analitik antara keddua belah pihak, contohnya seperti platform iklan dan pengiklan.
Sebagai contoh, seorang pengiklan yang membuat iklan di website mereka memiliki metode perhitungan yang unik. Biasanya, mereka cenderung menghitung berdasarkan berapa kali permintaan untuk menampilkan iklan dibuat di website mereka. Setiap kali halaman website dimuat dan meminta iklan untuk ditampilkan, maka hal itu dihitung sebagai satu impression.
Di sisi lain, pengiklan yang membayar untuk iklan mungkin memiliki cara penghitungan yang berbeda. Mereka lebih memperhatikan berapa kali iklan mereka benar-benar tampil dan terlihat oleh audiens. Jika iklan gagal dimuat sepenuhnya atau tidak terlihat oleh pengguna karena alasan teknis, pengiklan mungkin tidak menghitungnya sebagai impression.
Menurut Perusahaan Digital Marketing di Jakarta, perbedaan metode penghitungan antara publisher dan pengiklan adalah penyebab utama ad discrepancy. Ini adalah konsep penting yang mempengaruhi bagaimana efektivitas dan biaya kampanye iklan diukur oleh kedua pihak.
Faktor Penyebab Ad Discrepancy
Berikut penjelasan detail mengenai setiap faktor penyebab ad discrepancy, seperti berikut ini "
A. Penggunaan Platform yang Berbeda
Ad discrepancy dapat terjadi ketika platform iklan dan pengiklan menggunakan platform yang berbeda untuk melacak dan melaporkan data iklan. Perbedaan dalam cara platform tersebut menghitung dan merekam impresi iklan dapat menyebabkan perbedaan data yang tercatat antara kedua belah pihak.
B. Waktu Muat Halaman
Ketika halaman website membutuhkan waktu lama untuk dimuat, ada kemungkinan bahwa pengguna akan meninggalkan halaman sebelum iklan berhasil dimuat sepenuhnya. Hal ini dapat mengurangi jumlah impresi yang tercatat karena iklan tidak sempat ditampilkan kepada pengguna.
C. Penggunaan Ad Blocker
Ad blocker adalah perangkat lunak yang dapat menghalangi tampilan iklan di halaman website. Ketika pengguna menggunakan ad blocker, iklan tidak akan ditampilkan, sehingga tidak akan tercatat sebagai impresi, menyebabkan perbedaan antara jumlah impresi yang tercatat oleh platform iklan dan pengiklan.
Cara Mengatasi Ad Discrepancy
Menurut Perusahaan Digital Marketing di Jakarta, untuk mengatasi ad discrepancy bisa melakukan beberapa hal berikut ini :
1. Memeriksa dan Memvalidasi Laporan
Langkah pertama adalah memeriksa serta memvalidasi laporan yang dihasilkan oleh kedua belah pihak, yaitu platform iklan dan pengiklan. Hal ini meliputi perbandingan data seperti jumlah impression, jumlah klik, dan tindak lanjut lainnya yang dilaporkan oleh kedua pihak.
Dengan memeriksa keakuratan dan konsistensi laporan, kamu dapat mengidentifikasi apakah ada perbedaan data yang tidak seharusnya terjadi. Validasi laporan secara teratur membantu dalam mendeteksi dan memperbaiki ad discrepancy yang mungkin terjadi.
2. Menggunakan Cache Buster
Cache buster adalah teknik yang digunakan untuk mencegah browser menyimpan versi lama dari sebuah iklan. Dengan menggunakan cache buster, setiap kali halaman dimuat, iklan yang ditampilkan dianggap sebagai impression baru.
Hal ini membantu dalam mengurangi perbedaan hitungan impression antara server platform iklan dan server iklan pihak ketiga. Dengan demikian, cache buster membantu meningkatkan akurasi data iklan yang dilaporkan.
3. Mengatasi Masalah Latensi
Masalah latensi, atau waktu yang diperlukan untuk memuat halaman iklan, dapat menjadi penyebab ad discrepancy. Latensi yang tinggi mengakibatkan iklan tidak dimuat tepat waktu, sehingga mengurangi jumlah impression yang tercatat.
Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan optimasi terhadap waktu muat halaman dan iklan. Ini bisa meliputi pengurangan ukuran gambar dan elemen halaman lainnya, penggunaan jaringan pengiriman konten (CDN), dan pemilihan server hosting yang cepat dan andal.
Contoh Ad Discrepancy
Contohnya saja sebuah situs web yang melaporkan rata-rata 100.000 impression per bulan. Namun, 30% pengguna meninggalkan situs sebelum halaman sepenuhnya dimuat. Artinya, 30% impresi yang dilaporkan sebenarnya tidak terjadi, dari situlah muncul ad discrepancy.
Perbedaan metode penghitungan ini antara publisher dan pengiklan inilah yang bisa menimbulkan ad discrepancy. Ini adalah konsep penting untuk dipahami karena memengaruhi bagaimana efektivitas dan biaya campaign iklan diukur oleh kedua pihak.
So, untuk informasi lainnya silahkan hubungi kami melalui website resmi TheConversion sekarang juga.
Tags
Recent Articles
31 January 2025
22 January 2025
28 September 2024
Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu
Ya benar, saat ini ngagement dan konversi adalah dua elemen kunci yang dapat menentukan keberhasilan suatu perusahaan atau sebuah campaign. ...
Facebook Lite adalah versi ringan dari aplikasi Facebook standar yg dirancang untuk bekerja di lingkungan dengan koneksi internet yang lambat atau tidak stabil. ...
Memasuki quarter kedua di tahun 2023, sudahkah kamu menyadari perubahan trend apa saja yang terjadi pada salah satu platform sosial media dengan banyak pengguna, yakni Instagram? ...
