Loading

Apa Itu Native Advertising?
30-12-2023 by Author

Native advertising adalah bentuk iklan berbayar yang tampilan, fungsi, kualitas, dan format medianya sama dengan platform di mana iklan tersebut muncul, menjadi salah satu teknik pemasaran yang digunakan untuk memasarkan produk suatu bisnis secara online. Bagi kebanyakan orang awam, teknik pemasaran ini masih terdengar asing dan masih banyak juga yang tidak tahu tentang native advertising ini sendiri.

Menurut Digital Marketing Depok, semenjak kemunculannya beberapa tahun lalu mengubah dunia marketing online terutama di Indonesia. Native Marketing atau bisa disebut dengan native advertising menampilkan iklan tanpa mengganggu pengguna internet yang tak menyukai tampilan iklan pada laman yang mereka kunjungi.

Jenis iklan ini berbaur agar sesuai dengan konten asli sehingga tidak mengganggu interaksi audiens saat membuka platform tertentu (halaman web maupun media sosial). Native advertising tentu berbeda dengan pemasangan banner yang secara gamblang memberitahukan itu adalah iklan.
 

Mengenal Native Advertising, Trend Iklan di Indonesia - dkonten.com

Menurut Digital Marketing Depok, native advertising bertujuan supaya konten yang dibuat terlihat dan berfungsi seolah-olah itu bukan iklan, melainkan bagian dari konten biasa yang ingin dilihat audiens di media tersebut. Biasanya, untuk membedakan konten termasuk native advertising atau tidak, platform  melabelinya dengan tulisan "iklan" atau "sponsor". 

Alasan banyak pengguna internet tidak menyukai tampilan iklan di internet, terutama yang berformat banner. Karena sering sekali tampilan iklan tersebut menutup konten yang ada sehingga sebagian user merasa terganggu. Karena alasan ini lah beberapa bisnis memanfaatkan teknik native ads. Format ini menjadi pilihan yang tepat bagi marketer yang ingin memanfaatkan online advertising. Rasa mengganggu bagi sebagian user juga akan berkurang saat mereka sedang menggunakan internet.

Kelebihan Native Advertising

1. Lebih menarik perhatian audiens 
Pada dasarnya, native advertising tidak mengganggu audiens. Kontennya cenderung lebih menarik dan cocok di semua platform. Strategi ini membuat native advertising lebih mudah diterima pengunjung, baik di website maupun media sosial. Berbeda dengan iklan yang cenderung menerobos atau menyela konten utama, audiens justru sering kali mengabaikan dan merasa tidak nyaman.

2. Memperbanyak CTR dan konversi
Sifatnya yang lebih menarik menjadikan native advertising mendatangkan lebih banyak views, CTR, dan conversion. Penelitian dari Outbrain dan CMI menunjukkan strategi native advertising yang lebih soft bisa mencapai CTR 5 sampai 10 kali lebih tinggi dibandingkan push marketing.

3. Kredibilitas lebih tinggi
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para marketer saat ini adalah mengambil kepercayaan audiens. Audiens sulit menerima iklan yang tidak sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya, apalagi jika mereka belum mengenal brand yang beriklan.

Sementara native advertising disesuaikan dengan tujuan pencarian (search intent) seseorang sehingga membuatnya lebih relevan. Pelanggan menghargai iklan yang dibagikan melalui konten asli karena membawa informasi yang berguna bagi mereka. Ketika kepercayaan ini sudah dimenangkan, brand berpeluang mendapatkan loyalitas pelanggan.

Kekurangan Native Advertising

1. Sulit untuk mengukur hasil
Dikarenakan sifatnya yang unik, sulit mengukur apakah native advertising cocok untuk produk atau layanan yang dijual perusahaan. Perusahaan perlu menemukan tools dan metrik yang tepat untuk mengukur performa native advertising. Beberapa metrik yang mungkin bisa digunakan adalah impression, lamanya pengunjung membuka website, seberapa jauh audiens scrolling konten, CPA, dan CTR.

2. Pembuatan memerlukan waktu dan kreativitas 
Native advertising jauh lebih menarik karena disesuaikan dengan konten asli. Oleh sebab itu, proses pembuatan native advertising memerlukan waktu dan kreativitas tinggi. Iklan harus berbaur dengan konten asli dan menyesuaikan penempatannya. Di saat bersamaan, marketer perlu memastikan iklan tersebut memberikan value langsung kepada audiens. Tak jarang proses pembuatan native advertising melibatkan berbagai tim profesional seperti tim marketing, copywriter, dan banyak lagi.

3. Dianggap sebagai penipuan
Sebagai pengiklan, perusahaan tentu tidak ingin iklan yang muncul dianggap sebagai penipuan. Oleh karena itu, tantangan ini yang perlu dipikirkan perusahaan, karena marketer harus bisa menempatkan iklan secara kreatif di antara konten asli tanpa terlihat menipu audiens.

Apa Itu Native Advertising? Oleh Warta Ekonomi Online

Jenis Native Advertising

1. Paid Search Ads
Jenis ini adalah salah satu jenis iklan yang sering dilihat ketika seseorang melakukan pencarian di mesin pencari seperti Google. Biasanya user akan melihat jenis tampilan iklan ini pada urutan pertama sampai ketiga. Pada Google sendiri, tampilan native ads akan dilabeli tulisan “Ads” ataupun “Sponsored”.

2. Promoted Listings
Dilansir dari  Forbes,  promoted listings adalah  native advertising yang sering kali Anda jumpai di situs e-commerce.  jenis iklan ini akan menampilkan produk bersponsor dan ditempatkan sesuai kategori yang dipilih .Sebagai contoh, Anda membuka situs Tokopedia dan mencari-cari barang beauty . Nantinya, di halaman tersebut juga akan muncul produk beauty yang bersponsor. Itulah yang disebut sebagai promoted listings.

3. In Feed Units 
Pasti kalian pernah menemukan konten iklan yang bersponsor dan  muncul di landing page suatu situs atau bahkan di timeline media sosial. Nah, itu disebut sebagai in-feed units In-feed units adalah jenis native advertising yang sangat user-friendly.

4. In-ad with Native Elements
Jika Kalian sering mengunjungi website, Kalian akan sering menemui tampilan iklan seperti ini. Hanya saja tampilan iklan tersebut akan menyesuaikan dari tampilan website yang digunakan. Jadi dapat diartikan bahwa jenis iklan ini tidak akan mengganggu tampilan website sepenuhnya.

So, apakah informasi ini dapat membatu Anda? Jika iya, silahkan cek informasi lainnya disini.


Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu


2 August 2022

SEO merupakan serangkaian upaya yang bisa dilakukan oleh seseorang pengusaha atau pebisnis pada sebuah website. ...

by Author
26 February 2024

Algoritma reels instagram akan merekomendasikan konten yang disukai berdasarkan kegiatan yang Anda lakukan.  ...

by Author
7 September 2020

Digital Agency Gading Serpong – Pasti sudah tahu jika saat ini Apikasi TikTok adalah Aplikasi ...

by Author