Cek Disini Untuk Menghindari Kesalahan Promosi di TikTok
Jasa Iklan Google Jakarta | Saat ini TikTok menjadi salah satu media pemasaran online yang kini banyak digunakan oleh para pebisnis, mulai dari pelaku UMKM maupun bisnis besar. Walaupun tidak bisa memasang hyperlink yang mengarah ke situs bisnis, tetap saja platform TikTok bagus untuk meningkatkan brand awareness. Namun ternyata, ada beberapa kesalahan promosi di TikTok yang harus dihindari supaya digital marketing strategy yang Anda terapkan bisa berjalan dengan optimal.
Mengingat TikTok merupakan platform media sosial yang banyak diunduh dan digunakan oleh generasi milenial dari berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Oleh sebab itu, banyak pengusaha yang berpikir promosi apapun yang dilakukan di TikTok pastinya berhasil, jika dilakukan dengan konsisten. Apalagi banyak sekali fitur pendukung yang sudah tersedia di TikTok dan membuat siapa pun betah menghabiskan waktu berlama-lama disana.
Faktanya, penerapan social media campaign yang dilakukan secara asal-asalan pada akhirnya akan sia-sia, karena lama-lama audiens juga akan jenuh jika konten yang dibuat hampir sama secara terus menerus. Karena video atau pesan brand yang seharusnya menjadi misi utama dalam penyelenggaraan promosi tersebut jadi tak tersampaikan.
Kesalahan ini memang tampak sederhana, bahkan sering tidak disadari oleh pebisnis. Agar promosi di TikTok bisa sesuai dengan misi dan tujuan yang ingin dicapai, berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya tidak Anda lakukan atau dihindari menurut Jasa Iklan Google Jakarta :
3 Kesalahan Promosi di TikTok :
1. Tidak Pernah Memanfaatkan Reusable Content
Apa yang biasanya Anda lakukan setelah mengunggah satu konten ke TikTok? Kebanyakan brand sibuk memproduksi konten demi bisa terus eksis, namun setelah mengunggah konten demi konten, tak ada lagi yang dilakukan. Konten yang sudah diunggah akan dibiarkan begitu saja hingga akhirnya tak ada lagi yang menonton konten video yang sudah Anda unggah tersebut.
Menurut Jasa Iklan Google Jakarta, kebanyakan dari pengguna TikTok hanya menganggap konten video yang diproduksi hanyalah sebagai materi untuk mengisi kekosongan. Padahal seharusnya, Anda bisa memanfaatkan konten lama yang sudah Anda unggah sebagai reusable content, atau konten lama yang kembali dimanfaatkan atau digunakan kembali di lain waktu.
Contohnya: dalam satu minggu Anda memproduksi 7 konten video yang kemudian Anda unggah ke akun TikTok Anda satu persatu. Di minggu kedua, Anda kembali melakukan hal yang sama untuk 7 hari. Nah, di minggu ke-3, Anda bisa saja tak perlu memproduksi konten baru, melainkan konten di minggu pertama kembali Anda unggah, namun dengan modifikasi dan penambahan efek, atau Anda reshare (membagikan) konten TikTok Anda tersebut di media sosial lain dengan maksud, jangkauan audiens dari konten itu menjadi lebih luas.
Menurut Jasa Iklan Google Jakarta, dengan memanfaatkan reusable content, pekerjaan Anda menjadi lebih ringan. Daripada waktunya habis untuk membuat konten baru, lebih baik maksimalkan dulu keterjangkauan konten yang sudah ada agar dapat menjangkau target market yang lebih luas.
Membagikan ulang konten sebelumnya juga dapat meningkatkan traffic yang sempat hilang dan otomatis video tersebut kembali mendapatkan penonton. Jangan lupa untuk melakukan analisis insight dan engagement yang berhasil didapatkan setiap konten untuk tahu apakah video tersebut sukses mendapatkan penonton atau Anda perlu membuat konten baru lagi.
2. Tidak Mendorong Terjadinya User Generated Content (UGC)
User Generated Content (UGC) adalah promosi konten gratis yang berasal dari konsumen. Konten jenis ini memang sudah banyak ditemukan dalam bentuk foto atau video review di media sosial, seperti blog, Instagram, TikTok, Twitter, Facebook, bahkan YouTube. Namun, masih sedikit brand yang memanfaatkannya. Padahal kalau semakin banyak pelanggan yang menciptakan konten terkait pengalaman mereka menggunakan produk Anda, kepercayaan pelanggan pada produk dan brand Anda juga akan mengalami peningkatan. Jika hingga hari ini Anda termasuk salah satu pebisnis yang belum memanfaat UGC, maka sudah waktunya Anda untuk mulai lebih memperhatikan dan memanfaatkan UGC ini.
Contohnya, produk Anda adalah baju custome. Lalu, ada pengguna Tiktok yang mengunggah video dan sedang menggunakan produk Anda, hingga melakukan tag dan mention brand Anda. Maka, segeralah respons unggahan pelanggan tersebut dengan memberikan komentar pada unggahan tersebut atau izin untuk ikut bagikan konten tersebut di akun Anda atau di media sosial lain milik brand Anda.
Perhatian sederhana seperti ini adalah bentuk respons yang membuat pelanggan senang. Di lain waktu tak menutup kemungkinan dia akan dengan senang hati melakukannya lagi atau malah merekomendasikan produk Anda kepada para followers-nya.
3. Tidak Melakukan Reviewing Performance
Saat konten telah diunggah lalu Anda membiarkannya begitu saja dan Anda hanya fokus pada proses pembuatan konten pemasaran, dan lupa untuk melakukan reviewing performance. Padahal, reviewing performance konten atau meninjau ulang konten itu sangat penting. Anda jadi bisa tahu mana konten yang memiliki hasil dan performa yang bagus dan mana konten yang sama sekali tak dilirik audiens. Dari meninjau ulang konten yang sudah Anda buat, maka Anda bisa melakukan perbaikan untuk konten-konten berikutnya agar lebih baik lagi.
Fokus membuat konten saja tanpa peduli, apakah konten itu merupakan konten yang memberi dampak positif pada bisnis atau tidak, hanya akan membuat Anda memboroskan anggaran promosi yang tidak perlu. Sementara itu, jika Anda melakukan analisis dengan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia di TikTok, seperti view insight yang dapat menunjukkan jumlah kunjungan profil, reach, follow, save, comment, hingga like. Anda jadi tahu langkah digital marketing strategy apa lagi yang perlu Anda lakukan.
So, jika ingin melihat informasi lainnya silahkan klik disini.
Tags
Recent Articles
31 January 2025
22 January 2025
28 September 2024
Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu
Semakin bertambahnya tahun, bisnis online juga semakin berkembang. Berkembangnya bisnis online ini menuntun orang-orang yang terlibat. ...
Kira-kira siapa sih disini yang udah pingin berbisnis tapi masih belum yakin? Tahu ngga sih kalau be ...
Untuk memahami efektivitas strategi pemasaran mereka, para pelaku media sosial memiliki sekutu yang kuat di sisi mereka, yaitu data media sosial. ...
