Kupas Tuntas Mengenai Content Pillar Bersama TheConversion
Jasa Iklan Online Jakarta | Content pillar adalah salah satu bahasan yang wajib Anda ketahui jika sedang mengelola media sosial. Sesuai namanya, content pillar adalah penopang atau pilar utama dalam strategi bersosial media.
Selain itu, content pillar juga bisa disebut dengan point utama dalam strategi perkontenan. Pasalnya, ia berfungsi sebagai pemandu dalam memberi garis besar tema konten yang menarik perhatian audiens.
Sebagai panduan besar, content pillar sosial media memuat tema-tema besar pada konten. Oleh karena itu, kita bisa membuat banyak konten turunan dengan tetap memperhatikan relevansi untuk audiens.
Namun, content pillar adalah pegangan yang tidak hanya diterapkan pada sosial media. Ada juga content pillar berisikan panduan tentang bagaimana cara mengorganisir konten pada website perusahaan.
Tujuan dari content pillar ini adalah untuk menyediakan informasi yang komprehensif agar pembaca bisa menemukan semua informasi yang mereka cari di satu tempat saja.
Lebih sederhananya lagi, content pillar bisa dipahami sebagai kumpulan tema yang bisa digunakan perusahaan untuk membuat konten.
Content pillar ini juga biasa disebut sebagai bucket, atau dalam konteks dan media sosial adalah kumpulan kategori konten yang paling relevan dengan audiens.
Jadi, pada dasarnya content pillar adalah bagian penting dari strategi content marketing berisi kumpulan tema, kategori, atau cluster yang berfungsi sebagai panduan untuk membuat konten.
Berikut ini manfaat content pillar menurut Jasa Iklan Online Jakarta, yaitu :
1. Perencanaan konten lebih tertata
Pernahkan Anda merasa stuck ketika membuat konten? Tenang, content pillar adalah jawabannya. Tujuan pokok dari pembuatan content pillar adalah untuk memandu kita agar tetap on track. Dari sini kita akan termudahkan dalam pembuatan konten. Kenapa? Karena kita tinggal merumuskan konten turunan darinya.
2. Relevan dengan audiens
Kita harus ingat bahwa konten dibuat berdasarkan karakter & kebutuhan audiens. Oleh karena itu, dengan senantiasa memperhatikan content pillar, kita tidak akan menyimpang dari tujuan awal yakni menjaga brand agar tetap relevan dengan audiens.
3. Konsistensi brand
Dalam pembuatan konten, kita harus menjaga identitas brand yang kita kembangkan. Jangan sampai konten sosial media malah tidak mencerminkan dari brand itu sendiri. So, content pillar adalah pedoman agar konten tetap merefleksikan identitas brand kita. Ini dilakukan salah satunya agar cara kita menyapa audiens dan posisi brand di mata konsumen tidak berubah.
Jenis content pillar menurut Jasa Iklan Online Jakarta, yaitu :
1. Promotional
Sesuai namanya, promotional content pillar adalah konten yang fungsinya mendorong audiens untuk membeli produk dari brand tersebut. Konten semacam ini akan sering kita temui pada postingan ulasan produk sosial media. Bisa dikatakan bahwa kita dapat memberikan infromasi mengenai keunggulan produk dan kemudahan apa yang user dapatkan ketika memiliki produk dari brand kita.
Konten dengan sifat hard-selling seperti ini tentu perlu digunakan agar audiens mengingat produk yang ditawarkan. Meskipun demikian, konten non-promosi juga perlu dibuat untuk mengimbanginya.
2. Conversational
Conversational content pillar adalah konten yang mengandalkan user journey dalam penerapannya. Jadi, content creator harus memperhatikan setiap tahapan user journey agar berhasil mendapatkan conversion.
Cara ini digunakan agar pendekatan terhadap konsumen lebih efektif karena sesuai dengan perjalanan mereka dari mengenal brand hingga memutuskan menjadi pelanggan. Dengan kata lain, content pillar adalah salah satu contoh yang bisa membuat calon pembeli melakukan check out lebih cepat,
3. Educational
Educational content adalah konten yang bertujuan untuk mengedukasi pengguna mengenai bagaimana cara memaksimalkan fungsi produk. Dengan strategi ini, kita bisa mendapatkan perhatian dari pembeli yang berpotensi menjadi pelanggan loyal. Kategori ini akan merasa diperhatikan dengan pemberian informasi produk. Selain itu, strategi ini juga bisa menarik perhatian calon pembeli karena mereka secara tidak sengaja berkenalan dengan fitur-fitur produk tanpa membelinya.
4. Entertainment
Jangan terlalu sering membombardir audiens dengan konten promo ya. Jika Anda ingin audiens tetap terlibat dalam interaksi, terapkan entertainment content agar mereka merasa terhibur. Konten semacam ini penting agar audiens tidak merasa sekadar menjadi objek pemasaran. Selain itu, perhatikan juga apa yang sedang trend pada segmen pasar audiens.
So, sudah mengerti penjelasan dari content pillar? Simak penjelasan lainnya disini
Tags
Recent Articles
31 January 2025
22 January 2025
28 September 2024
Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu
Digital Agency Tangerang- Dalam sebuah bisnis pasti ada kalanya pasang surut dalam mengolah bisnis, ...
Galeri iklan yang ada pada Facebook ini merupakan salah satu fitur yang bisa menemukan banyak sekali iklan yang telah ditayangkan pada media sosial tersebut. ...
Seiring berjalannya waktu, media sosial terus melakukan revolusi agar para pemilik brand bisa tetap terhubung dengan audiensnya. ...

