Membeli 100% Saham Twitter, Inilah Sederet Alasan Elon Musk
Elon Reeve Musk FRS adalah tokoh bisnis, penemu, dan industrialis dari Amerika Serikat. Ia merupakan pendiri, CTO, dan CEO SpaceX, CEO dan arsitek produksi Tesla, pendiri The Boring Company dan pendiri Neuralink. Baru-baru ini, Miliarder Elon Musk resmi membeli 100 persen saham Twitter dengan menggelontorkan dana US$44 miliar atau sekitar Rp633,27 triliun.
Lantas, mengapa miliarder yang sudah memiliki perusahaan mobil listrik Tesla dan korporasi antariksa paling ambisius, SpaceX, masih ngotot membeli media sosial? Berikut ini Digital Agency Jakarta akan menjelaskan sederet alasan mengapa Elon Musk membeli 100% saham Twitter.

Kebebasan Berpendapat
Musk mengatakan dia ingin mempromosikan kebebasan berpendapat di dunia maya. Menurutnya, platform media sosial adalah tempat penting untuk berbagi pandangan. "Yah, saya pikir sangat penting Twitter bisa menjadi arena inklusif untuk kebebasan berpendapat." ucapnya.
"Twitter secara de facto telah menjadi semacam alun-alun kota (tempat bertukar pendapat), jadi sangat penting bawa orang-orang bahwa secara realita dan persepsi bisa berbicara bebas dalam batas-batas hukum." katanya.
Moderasi Konten
Twitter, seperti platform media sosial lainnya, memiliki kebijakan untuk menangguhkan alias men-suspen akun yang melanggar standar konten, termasuk kekerasan, ujaran kebencian, atau misinformasi yang berbahaya. Salah satu tokoh yang terdampak kebijakan ini adalah mantan Presiden AS Donald Trump.
Twitter menangguhkan akunnya karena kicauan-kicauan Trump sempat memprovokasi massa pendukung untuk menyerbu ke sidang pengesahan kemenangan Presidan AS Joe Biden di DPR dan Senat AS, 2019.
Tidak Menjual ke Publik
Saat mengajukan penawaran pembelian 100 persen saham Twitter pada Komisi Sekuritas dan Bursa, Elon mengklaim, "Sejak mulai berinvestasi, saya menyadari bahwa perusahaan bisa tidak bisa melayani kebutuhan sosial dan tidak bisa terus berkembang jika mempertahankan bentuknya saat ini. Saya percaya bahwa Twitter harus bertransformasi menjadi perusahaan swasta terbatas." lanjut dia.
Washington Post menyebut perubahan itu mungkin tidak akan berlangsung secepat mungkin. Penyelesaian kesepakatan bisa memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Perubahan fitur
Salah satu yang digadang-gadang Musk sejak awal membeli 9,2 persen saham Twitter adalah menghadirkan tombol edit. Dalam akunnya sendiri Elon juga sempat menggelar polling soal fitur ini.
Eksistensi
David Trainer, CEO firma riset New Constructs, mengatakan pembelian 100 persen saham Twitter itu mencerminkan keinginan Musk, yang memiliki 84,5 miliar pengikut itu, terjaga eksistensinya.
"Penawaran Elon Musk untuk membeli Twitter adalah upaya putus asa bagi Musk untuk menarik perhatian. Dia hanya menawarkan untuk membeli Twitter karena Twitter adalah tempat di mana Musk paling populer." ucapnya.
Musk sendiri tampak bersemangat membeli Twitter dengan mengajukan "penawaran terbaik dan terakhir", yakni US$54,20 per lembar saham. Dia juga mengaku sudah menyiapkan US$46,5 miliar untuk membiayai transaksi itu.
CEO Tesla itu juga mengaku memiliki Rencana B jika penawaran itu gagal, yakni bertemu secara pribadi dengan beberapa pemegang saham besar Twitter untuk meyakinkan tawarannya. Pada akhirnya, pada Senin kemarin Twitter resmi mengumumkan akuisisi senilai US$44 miliar itu diperkirakan tuntas tahun ini.
Bagaimana menurut Anda?
Jika sudah bergelimang harta, apakah Anda juga akan mendongkrak eksistensi dan popularitas di dunia maya dengan cara membeli 100% saham sosial media? Yuk tulis di kolom komentar! Untuk informasi seputar Digital Agency Jakarta atau digital marketing, bisa menghubungi kami di 081294795042.
Tags
Recent Articles
31 January 2025
22 January 2025
28 September 2024
Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu
Buyer persona adalah cara untuk mengenali target marketing lebih dalam melalui beberapa riset yang nantinya akan menampilkan data paling relevan. ...
Dalam era digital saat ini, media sosial telah menjadi salah satu alat yang paling efektif dalam strategi pemasaran. Instagram, sebagai salah satu platform media sosial terpopuler, menawarkan peluang besar bagi bisnis untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kehadiran online mereka. ...
Ketika kamu memberikan penawaran diskon, toko fisik milikmu pun akan didatangi oleh banyak pelanggan. Begitu pun jika diskon ditawarkan secara online ...