Penyebab Tingginya Churn Rate, Apa Penyebabnya?
Kamu mungkin masih awam dengan istilah churn rate atau mungkin sudah pernah dengar namun belum mengetahui secara pasti apa itu churn rate. Dalam dunia marketing, churn rate adalah suatu persentase pelanggan yang berhenti dalam menggunakan layanan perusahaanmu dan hal ini tentunya perlu untuk kamu hindari.
Apakah churn rate penting? Haruskah kita memperhatikan churn rate? Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi churn rate?
Artikel Digital Agency Jakarta kali ini akan menjabarkan rasa penasaran mu di bawah ini, simak terus sampai habis!
Apa itu Customer Churn Rate?
Churn rate adalah persentase atau tingkat pelanggan yang melakukan pemutusan hubungan dengan suatu bisnis atau perusahaan dalam kuarter waktu tertentu. Untuk cara menghitung churn rate pun sebenarnya sangat mudah. Kamu hanya perlu menghitung jumlah pelanggan yang melakukan pemberhentian dalam kurun waktu tertentu lalu membaginya dengan jumlah pelanggan yang kamu peroleh dalam waktu yang bersamaan.
Mengapa Churn Rate itu Penting?
Alasan yang paling utama pentingnya nilai churn rate adalah karena persentase pelanggan yang hilang ini sangat berdampak pada growth rate perusahaan yang semakin rendah. Hal ini tentu saja membuat perusahaan tidak berkembang sebagaimana mestinya, tentu akan menjadi tantangan yang besar dengan usaha yang diatas maksimal untuk mencapai perkembangan yang optimal. Waktu serta biaya yang dikeluarkan pun juga tidak sedikit.
Bersumber dari laman CleverTap, mendapatkan pelanggan baru umumnya akan lebih mahal sebanyak 5 hingga 25 kali lipat jika dibandingkan dengan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Selain itu, mempertahankan pelanggan juga diklaim mampu memberikan dampak yang sangat besar pada growth rate daripada mendapatkan pelanggan baru.
Apa saja faktor yang mempengaruhi tingginya churn rate? Berikut dibawah ini adalah beberapa hal yang sudah Digital Agency Jakarta rangkum untuk kamu.
Mengapa Churn Rate Tinggi dan Apa Penyebabnya?
- User Experience yang Sulit Dipahami
Penyebab churn rate tinggi yang membuat pelanggan berhenti menggunakan produk kamu adalah user experience yang sulit dipahami. Google, Microsoft, dan Amazon adalah contoh dari perusahaan digital yang sangat jelas memperhatikan user experience agar pelanggan tidak meninggalkan produknya.
Microsoft menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menawarkan sistem operasi perangkat komputer beserta piranti lunak yang dikhususkan untuk perkantoran. Contohnya, ketika Microsoft mengeluarkan sistem operasi Windows 8, banyak user yang lebih memilih untuk tetap stay pada Windows 7 sebab merasa lebih mudah untuk digunakan serta lebih mudah untuk dipahami oleh pengguna.
Dengan begitu, user experience yang sulit dipahami bisa menjadi penyebab churn rate tinggi bagi perusahaan digital seperti Microsoft.
- Tidak Cocoknya Produk dan Target Pasar
Sebagus apapun produk, tetapi ketika target pasarnya tidak tepat maka pelanggan tidak akan menggunakan produkmu lagi. Kamu sangat perlu penyesuaian ulang mengenai pasar yang akan kamu tuju, beragam evaluasi serta strategi dengan tim marketing adalah hal yang wajib untuk kamu
- Kurangnya Quality Control
Setiap produk atau jasa yang ditawarkan pasti memiliki kelebihan serta kekurangannya sendiri. Salah satu penyebab tingginya churn rate adalah kurangnya quality control.Bila seorang pelanggan sedang tidak beruntung dan ia mendapatkan produk dengan kondisi yang cacat, ekspektasi akan produk tersebut juga akan menurun.
Pelanggan pun juga tidak lagi memiliki keinginan untuk membeli produk tersebut kembali. Sama halnya dengan jasa yang kamu tawarkan, menjadi transparan adalah hal yang penting untuk sebuah jasa. Jangan sampai pelanggan merasa kecewa dengan jasa yang kamu tawarkan.
Churn Rate Rendah, Omzet Tinggi
Memang lebih baik untuk mempertahankan customer retention ketimbang mengurusi churn rate. Namun churn rate yang rendah pun juga mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Bila kamu berhasil untuk mempertahankan customer serta mengurangi churn rate, dijamin bisnis mu akan semakin sukses.
Jangan lupa juga untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para customer-mu, agar customer pun akan meninggalkan rasa positif terhadap perusahaan mu. Dengan cara tersebut juga akan membantu untuk menurunkan angka churn rate pada perusahaan.
Anyway, kamu juga bisa berdiskusi atau bahkan bekerjasama dalam bidang digital marketing dengan Digital Agency Jakarta sebagai salah satu digital agency and marketing profesional yang telah memegang ratusan client dengan sistem pay-per-results yang tentunya menguntungkan bagi client. Kamu bisa menghubungi Digital Agency Jakarta pada nomor berikut ini The Conversion - 081294795042
Semoga artikel kali ini membantu kamu ya, sampai ketemu di artikel selanjutnya!
Tags
Recent Articles
31 January 2025
22 January 2025
28 September 2024
Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu
Digital marketing adalah strategi atau upaya untuk memasarkan atau mempromosikan produk melalui segala jenis media digital, baik melalui internet atau jaringan lainnya yang saling terhubung ...
LinkedIn adalah situs web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan profesional untuk mencari kerja. ...
Content pillar adalah poin utama strategi perkontenan, berfungsi sebagai pemandu dalam memberi garis besar tema konten yang menarik perhatian audiens ...