Loading

Perbedaan B2B, B2C Dan C2C
01-12-2022 by Author

Saat ini sudah banyak istilah marketing yang sering kali membuat pemula bisnis menjadi insecure. Faktanya, dibalik istilah tersebut mengandung banyak arti, seperti ilmu bisnis atau strategi yang bisa dipakai untuk mendukung usaha Anda agar lebih efisien. Begitu halnya dengan istilah B2B, B2C dan C2C.

Apakah saat ini Anda ingin membuat bisnis, tapi masih bingung dengan B2B, B2C, dan C2C? Menurut Jasa Iklan Online Jakarta, strategi pemasaran dan ilmu bisnis sangat bermanfaat jika terus ditelusuri.

Yuk, kita bahas tuntas mengenai istilah dari B2B, B2C dan C2C dibawah ini!

Pengertian B2B

B2B merupakan singkatan dari Business to Business, yang artinya transaksi bisnis yang terjadi antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Bagaimana B2B bisa terjadi?

B2B terjadi karena beberapa case seperti sebuah perusahaan yang membutuhkan barang atau jasa dari perusahaan lain. Contohnya, jika Anda menjual bahan kue dan Anda melakukan penjualan ke toko kue atau toko roti yang ada. Itulah yang disebut dengan B2B karena bisnis Anda diperuntukkan untuk perusahaan lain, bukan langsung kepada perorangan atau grup.

Contoh lainnya, ketika perusahaan pakaian yang bekerja sama dengan dengan perusahaan kain. Maka, perusahaan tersebut disebut B2B karena  terlibat dalam kegiatan jual beli baik berbentuk jasa maupun barang.

Pengertian B2C

B2C merupakan singkatan dari Business to Customer yang artinya metode penjualan antara pelaku bisnis dengan konsumen. Contohnya yang biasa dilihat dalam kehidupan sehari-hari adalah penjual, jasa laundry atau ojek. Karena secara tidak sadar, setiap hari Anda melakukan transaksi.

Menurut Jasa Iklan Online Jakarta, saat ini dengan perkembangan zaman B2C tidak hanya dilakukan secara tatap muka saja. Namun, sudah dengan mudah dengan cara berbelanja online seperti membeli barang di e-commerce maka hal itu juga termasuk B2C. Contoh B2C digunakan oleh beberapa perusahaan e-commerce seperti Shopee, Tokopedia dan Amazon.

Pengertian C2C

C2C merupakan singkatan dari Customer to Customer yang artinya model bisnis di mana konsumen dari sebuah marketplace menjual produk ke sesama konsumen lainnya. Contoh C2C adalah BliBli, Shopee, Tokopedia dan lainnya.

Seperti, aktivitas bisnis penjual yang dilakukan oleh individual  atau konsumen kepada individual lainnya. Atau model bisnis yang memfasilitasi perdagangan antara individu secara pribadi.

Tujuan dari C2C adalah hubungan interaksi antara pelanggan, membantu pembeli dan penjual menemukan satu sama lain. Contoh C2C yang paling menonjol adalah BukaLapak, situs lelang online atau Amazon yang bertindak sebagai pasar B2C dan C2C. Selain itu, eBay telah sukses sejak diluncurkan pada tahun 2010 dan selalu menjadi C2C.

Setelah menyimak penjelasan singkat di atas, terlihat jelas bahwa perbedaan B2B dan B2C terletak pada target pembelinya, seperti barang ditawarkan oleh pelaku bisnis bisa saja sama. Namun, orang yang membeli produk atau layanan tersebut menjadi hal yang penting. Jika C2C lebih menekankan pada pelaku bisnis yang sama-sama merupakan konsumen.

B2B or B2C: all about these Marketing strategies

Lalu, apakah perbedaan dari B2B, B2C dan C2C?

Mari simak perbedaannya menurut Jasa Iklan Online Jakarta dibawah ini!

1. Target Pasar

Jika B2B berfokus pada target pasar perusahaan, maka lain halnya dengan B2C dan C2C yang memiliki target pasar berbeda yaitu konsumen. Dari sini sudah terlihat sangat jelas perbedaannya, bahwa B2B dan B2C memiliki target pasar dan juga prospek pasar yang berbeda.

B2B memiliki prospek yang lebih spesifik dan lebih kecil karena hanya perusahaan saja, lain halnya dengan B2C dan C2C yang memiliki potensi pasar yang sangat besar dan luas karena menargetkan semua konsumen akhir sebagai targetnya. Meskipun, semuanya memiliki kelebihan masing-masing sesuai dengan kebutuhannya sendiri.

2. Strategi Marketing

B2B seringkali menggunakan strategi pemasaran untuk meningkatkan reputasi atau branding. Umumnya B2B menggunakan media untuk menampilkan beberapa konten serta portofolio. Cara tersebut digunakan untuk meyakinkan calon klien bahwa bisnis yang sedang dijalankan memang memiliki keahlian dibidang tersebut.

Sedangkan B2C dan C2C mewujudkannya dengan cara yang berbeda, seperti menggunakan strategi pemasaran yang bersifat emosional. Artinya, konsumen Anda dapat merasa senang, bangga dan terharu saat membeli produk Anda.

3. Pengambilan keputusan

Jika B2B merupakan jual beli yang dilakukan oleh perusahaan dengan perusahaan, maka dari itu harus memperhatikan beberapa pertimbangan dari pemangku kepentingan seperti manajer, bagian finansial, legal dan marketing dalam mengambil sebuah keputusan. Karena B2B melibatkan satu perusahaan bukan individu saja selain itu nominal yang dikeluarkan atau diterima bukan dalam jumlah yang kecil.

Lain halnya dengan B2C dan C2C yang lebih sederhana karena pengambilan keputusan hanya dilakukan oleh individu saja. Alasannya adalah B2C dan C2C memiliki ruang lingkup yang yang sempit dan bersifat personal, jadi bisa lebih mudah dan cepat.

Untuk kamu yang masih ingin mengetahui informasi lainnya silahkan kunjungi artikel kami disini


Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu


23 July 2021

  SEO adalah singkatan dari "search engine optimization" atau pengoptimalan mesin ...

by Author
31 January 2024

Galeri iklan yang ada pada Facebook ini merupakan salah satu fitur yang bisa menemukan banyak sekali iklan yang telah ditayangkan pada media sosial tersebut. ...

by Author
27 May 2024

Algoritma memiliki dampak yang mendalam terhadap kebiasaan dan perilaku netizen, memengaruhi cara kita mengonsumsi konten dan berinteraksi di media sosial. ...

by Author