Tahapan Marketing Funnel secara Digital
Secara garis besar, kita bisa memetakan tahap dalam customer journey sebagai berikut: pengenalan brand, mempertimbangkan atau consideration, memutuskan untuk membeli produk, menilai produk atau memberi testimoni dan terakhir menjadi pelanggan setia. Perlu diketahui, setiap tahapan tersebut memiliki istilah dan cara kerjanya masing-masing.
Tahapan marketing funnel antara satu bisnis dengan bisnis yang lainnya berbeda-beda, tapi customer journey calon pelanggan selalu sama. Ada enam tahap dalam sales funnel yang akan dijelaskan The Conversion dalam artikel ini.
1. Exposure
Proses pelanggan dalam funnel marketing selalu dimulai dengan tahap exposure, yaitu tahap pengenalan brand kepada calon pelanggan. Logikanya, tidak mungkin produk kita langsung dibeli apabila tidak ada yang mengenal brand atau perusahaan kita. Tahap exposure ini biasanya menjadi titik awal dari digital marketing, di mana kita mulai beriklan dan berpromosi di platform atau channel yang tepat.
Tahap ini biasanya menggunakan strategi content marketing melalui Search Engine Optimization atau SEO. Setiap detiknya, ada 75.000 pencarian yang dilakukan di Google, sehingga kita harus memanfaatkan mesin pencari ini untuk meningkatkan awareness terhadap brand. Bisa juga memanfaatkan iklan berbayar seperti display ads atau medsos.
Intinya, tahap exposure ini merupakan stage untuk “memperkenalkan” brand milikmu kepada pelanggan melalui mesin pencari. Tujuan pemasaran yang harus dicapai adalah memproduksi konten yang bisa memancing perhatian pasar di web bisnis. Jenis kontennya bermacam-macam, tapi disarankan yang bersifat edukatif dan informatif. Kalau perlu, buat konten yang mengandung pain points target pelanggan kita serta berikan solusinya.
Cara kerjanya pun sederhana, untuk menghasilkan angka exposure yang besar, buatlah konten dengan topik yang bisa menarik perhatian calon pelanggan. Jangan lupa, sesuaikan pula dengan produk yang dipromosikan. Tipsnya, mulai lakukan riset mengenai short-tail keyword dengan ribuan pencarian tiap bulannya.
2. Discovery
Jangan dulu langsung berharap ada pembelian di tahap ini, karena discovery merupakan tahap di mana calon pelanggan mulai mencari tahu lebih dalam mengenai bisnismu. Idealnya, kita harus fokus membuat konten untuk meyakinkan mereka agar tertarik dengan bisnis atau brand. Discovery merupakan tahap lanjutan dari exposure, dimana kamu harus membuat mereka mencari tahu lebih dalam tentang produk, jasa, atau solusi yang ditawarkan.
Pasalnya, menarik orang untuk mengunjungi situs web milikmu lewat mesin pencari tidak cukup. Inilah tujuan dari tahap discovery, yaitu membuat pelanggan betah dan semakin penasaran dengan bisnis kita. Disini, pengunjung situs web atau akun sosial media akan berubah menjadi calon pelanggan.
Konten yang harus kamu buat di tahap ini juga harus bisa mengajak pengunjung untuk memberikan informasi kontak mereka. Jangan lupa tetap tekun dan konsisten membuat konten blog yang edukatif sehingga mereka pun mendapat informasi lebih lengkap. Bisa juga memanfaatkan display ads dan algoritma remarketing-nya di tahap ini untuk menarik perhatian mereka.
3. Consideration
Pada tahap ini kamu bisa mengharapkan adanya pelanggan potensial yang akan melakukan pembelian produk. Mereka sudah mengenal brand dan tahu solusi apa yang ditawarkan dari brand tersebut. Sama seperti istilahnya, consideration adalah tahap di mana calon pelanggan akan menimbang-nimbang sebelum membeli produkmu.
Untuk strateginya, kamu harus membuat konten yang bisa membuat mereka membeli produk brand tersebut. Dalam konten tersebut, beritahukan keunggulan produk tersebut serta keunikannya yang dari produk kompetitor. Berikan juga data, fakta, atau informasi yang membuat pelanggan potensialmu yakin bahwa mereka harus membeli produk tersebut.
Di tahap consideration, penting pula untuk membuka jalur komunikasi melalui e-mail, nomor telepon, direct message medsos dan sejenisnya. Calon pelanggan akan bertanya banyak mengenai produkmu sebelum memutuskan untuk membeli produk tersebut. Bisa juga dengan menghadirkan kolom Frequently Asked Question atau FAQ pada page product di website bisnis.
Sertakan juga testimoni pelanggan yang sudah menggunakan produk atau layananmu. Dengan mengetahui bahwa produk tersebut sudah trusted dan berhasil digunakan, orang pun menjadi yakin saat melakukan pembelian.
Apabila produkmu masih baru dan belum ada testimoni, bisa juga menggunakan beberapa studi kasus atau penelitian yang berkaitan dengan produk. Bila pernah menggunakan influencer untuk promosinya, pasanglah video tentang endorse produk kita di halaman website-nya.
4. Conversion
Di sinilah tahap pembelian terjadi setelah calon pelanggan menimbang-nimbang produk. Melalui tahap ini, kamu juga bisa mendapatkan pelanggan setia pula. Di tahapan digital marketing funnel ini, kamu harus membuat konten yang fokus dan personalized sesuai dengan tujuan bisnismu.
Strategi yang bisa digunakan adalah membuat personalized ads dan konten landing page yang menarik. Iklan yang dibuat ini akan mengarahkan calon konsumen kepada landing page. Perlu diingat, landing page ini harus benar-benar membuat mereka mau melakukan konversi.
Misalnya, tawarkan free trial atau tester dari produk sehingga mereka bisa mencoba produk atau layanan lebih dulu. Konsumen bisa tahu manfaat yang didapatkan dari produk tersebut sebelum benar-benar membelinya.
Intinya, calon konsumen bisa paham mengenai cara kerja produk sehingga memutuskan untuk membelinya. Yang paling penting, mereka bisa mendapatkan solusi dan manfaat yang besar dari produk yang kamu tawarkan, sehingga ada potensi menjadi pelanggan setia. Jangan lupakan pula mengenai layanan bisnis, karena keramahan dalam melayani konsumen pun membuat mereka betah.
5. Customer Relationship
Tahap funnel ini merupakan kesempatan mendapatkan pelanggan setia untuk bisnismu. Dalam tahap ini kamu harus menjaga hubungan dengan konsumen agar mereka terus menggunakan produk. Tak jarang ada konsumen yang bermasalah dengan produk yang dibeli.
Mulai dari tidak paham dengan penggunaannya, cara perawatan yang salah, hingga kerusakan yang mungkin terjadi pada produk tersebut. Disini, tim dalam bisnis harus senantiasa hadir untuk mereka sehingga rasa trust terhadap brand semakin tinggi. Langkah ini pun semakin mudah dilakukan, mengingat semua kegiatan saat ini bisa dilakukan dengan berbasis online.
Chat melalui WhatsApp, direct message Instagram, Facebook, serta e-mail bisa menjadi channel yang tepat untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Bisnis senantiasa hadir untuk membantu mereka agar penggunaan produk pun semakin efektif dan kebutuhan mereka terpenuhi.
Selain itu, bisa juga meluncurkan iklan yang informatif tentang produk tersebut untuk mengedukasi konsumen. Tahap customer relationship ini juga bisa dilakukan dengan strategi e-mail marketing untuk menjaga hubungan dengan calon konsumen atau prospek. Bisa juga dengan membuat video tutorial penggunaan produk atau tips serupa dalam tahap ini.
Intinya, tahap ini penting karena kamu tidak hanya mengejar konversi, tapi juga membantu mereka untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Dengan begitu, bisnismu pun akan lebih unggul dibandingkan kompetitor apabila tidak melewatkan tahap dalam proses digital marketing funnel ini.
6. Retention
Ini adalah tahap terakhir dalam digital marketing funnel yang harus terjadi secara berkelanjutan atau terus-menerus. Retention adalah tahap dimana kamu menarik konsumen untuk kembali melakukan pembelian. Di tahap inilah kamu bisa mendapatkan pelanggan setia yang terus menggunakan produk bisnismu.
Agar mereka tetap loyal dengan bisnismu, pastikan selalu menjaga hubungan baik dengan mereka. Analisa pula apa yang menjadi kebutuhan konsumen, karena bisa saja mereka akan beralih ke brand atau bisnis lainnya. Kamu juga bisa meminta testimoni atau review dari pelanggan mengenai produk yang digunakan. Niscaya, testimoni yang kita dapatkan ini sangat membantu untuk meyakinkan calon konsumen serta pengunjung baru di tahap consideration tersebut.
Demikian ulasan dari The Conversion yang bisa Anda ikuti. Simak artikel lain dari kami di https://www.theconversion.com/ untuk Anda yang ingin mendapat update mengenai Digital Marketing. Tetap semangat ya, terima kasih.
Tags
Recent Articles
31 January 2025
22 January 2025
28 September 2024
Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu
Menurut Jasa Iklan Google Jakarta web hosting berkualitas dengan harga yang murah mempunyai keterbatasan infrastruktur seperti pada servernya ...
Tidak hanya untuk kesenangan semata, tetapi juga sebagai senjata rahasia bisnis Anda. ...
Target pasar adalah kelompok konsumen tertentu yang ingin dipasarkan oleh perusahaan untuk memasarkan produk atau jasanya. ...