Mau Tahu Konten Seperti Apa Yang Disukai Oleh Google? Ini Jawabannya!

Sebagai seorang content creator, tentu kamu ingin jika konten yang sudah kamu buat disukai oleh pembaca di mesin pencari, seperti Google, bukan?
Apalagi kalau kamu sudah membuat puluhaan artikel, sudah menerapkan strategi SEO tapi website-mu masih juga belum berada di halaman pertama mesin pencari, yakni Google. Pasti muncul pertanyaan, sebenarnya konten seperti apa yang disukai agar bisa berada di halaman pertama atau bahkan berada di rangking pertama Google?
Menjawab pertanyaan tersebut, dalam kesempatan kali ini TheConversion, salah satu digital agency di Jakarta akan membahasnya untuk kamu. Sebenarnya, mesin pencari Google punya quality guideline yang bisa membantumu dalam membuat konten yang berkualitas dan sesuai dengan rekomendasi Google.
Perlu kamu ketahui, saat ini algoritma Google sudah sangat cerdas, mesin pencari ini bisa tahu manakah website yang berada di halaman pertama namun kontennya tidak relevan dengan yang diinginkan oleh visitor. Perlahan-lahan, konten seperti itu akan mengalami penurunan ranking.
Karenanya, menurut digital agency Jakarta, yakni TheConversion, kamu harus membuat konten yang relevan. Ikuti quality guideline yang dibuat oleh Google, karena hal tersebut merupakan clue yang diberikan oleh Google berdasarkan data yang mereka miliki.
Apa saja poin-poin yang dimaksudkan dalam quality guideline tersebut? Simak ulasannya berikut ini.
Konten Yang Dibutuhkan Visitor
Tahukah kamu jika setiap keyword yang dicari oleh visitor merupakan konten yang mereka butuhkan?
Karena itu, hal yang perlu kamu lakukan adalah membuat konten berupa artikel yang membahas mengenai detail tentang topik yang mereka cari. TheConversion, salah satu digital agency Jakarta menjelaskan bahwa Google sendiri membagi 3 jenis keyword, yakni :

- Navigational - Keyword yang umumnya digunakan oleh para user untuk mencari informasi mengenai sebuah lokasi. Untuk menyikapinya, pastikan SEO lokal dari website-mu sudah dioptimasi serta daftarakan usahamu ke Google My Business agar Google bisa tahu dimana lokasi usahamu berada.
Sehingga ketika user mencaritahu mengenai produkmu dengan mengetikkan keyword navigational ini, website dan Google My Businessmu akan muncul di paling atas.
- Transactional - Keyword yang kontennya diharapkan bersi informasi mengenai penjualan sebuah produk. Digital agency Jakarta, yakni TheConversion menghimbau, jangan sekali-sekali kamu mentargetkan keyword transaksional namun kontenmu berisi mengenai artikel yang tidak menjual sebuah produk.
Perlu kamu ketahui, keyword transactional ini persaingannya cukup ketat. Karena umumnya yang menduduki halaman pertama Google dengan keyword ini adalah platform marketplace besar, seperti Shopee, Tikopedia, Bukalapak, JDID, Lazada dan lainnya.
- Informational - Keyword yang paling sering dicari oleh para user dan digunakan dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang dimasukkan di dalam kolom pencarian Google.
Jika website-mu berisiikan mengenai informasi, maka menargetkan keyword dengan jenis informational ini adalah keputusan yang tepat.
Relevan dengan Judul
Seperti yang sudah sempat sedikit dibahas oleh digital agency Jakarta, yakni TheConversion diatas, algoritma Google saat ini bisa menilai manakah halaman yang relevan dengan keyword yang dicari. Kamu bisa saja menggunakan judul artikel yang click bait dan isinya tidak relevan.
Hal ini memang mungkin bisa membantu artikelmu naik ke halaman pertama mesin pencari Google, namun ketika user yang datang ke websitemu merasa tidak puas dan menghasilkan bounce rate yang tinggi, maka algoritma Google pun secara otomats akan menurunkan ranking artikelmu.
Dampak buruknya ranking websutemu akan turun dan semakin turun. Hal ini jelas akan berbahaya terhadap websitemu jika kamu melakukannya secara sengaja untuk mengelabuhi user. Semua link websitemu akan terkena deindex Google dan tidak terdeteksi sama sekali di mesin pencari.
Jelaskan Secara Detail
Jika kamu mencari sebuah informasi, tentunya kamu menginginkan penjelasan yang detail bukan?
Untuk itu, secara berkala Google selalu memperbaharui algoritmanya dengan mengutaman konten yang memiliki penjelasan yang detail dan jelas.

TheConversion, salah satu digital agency Jakarta menjelaskan, jika kamu melihat info grafik diatas, maka konten yang berada di halaman pertama Google umumnya memiliki rata-rata jumlah kata sebanyak 2300-an. Dari angka ini membuktikan bahwa artikel yang detail dan jelas merupakan yang disukai oleh user dan mesin pencari, Google.
Tapi hal tersebut bukan berarti jika kamu membuat artikel dengan pembahasan yang berulang-ulang hanya untuk membuat isinya terlihat panjang. Ingat, algoritma Google sudah cerdas dalam menelaah isi konten yang kamu buat dan akan mengetahui hal tersebut.
Buat Konten yang Bisa Membantu Visitor
Guna membuat konten yang panjang sekaligus membantu visitormu, maka tambahkan beberapa konten yang menurutmu juga dibutuhkan oleh para visitor saat mengunjungi dan membaca artikelmu. Untuk melakukannya, kamu bisa memanfaatkan long tail keyword.
Dengan memanfaatkan long tail keyword, kualitas artikelmu akan lebih berbobot dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh visitor-mu. Sehingga kamu bisa memanfaatkan hal tersebut untuk membuat konten artikel seperti apa yang dibutuhkan oleh para visitor.
Maksimalkan Internal Linking
Untuk memaksimalkan optimasi onpage SEO pada website bisnismu, digital agency Jakarta, yakni TheConversion memintamu untuk memaksimalkan internal linking setiap membuat artikel. Karena hal ini bermanfaat agar visitor website-mu tidak cepat meninggalkan website-mu.
Apalagi saat ini algoritma Google menganggap halaman yang memiliki bounce rate tinggi tidak relevan, sehingga efeknya bisa membuat ranking website-mu menjadi turun. Namun ingat, tetap bijak dalam menggunakan internal linking.
Pastikan jika keyword yang kamu berikan link ke halaman lain masih relevan. Jika tidak, visitor website-mu akan meninggalkan website tanpa membaca artikel tersebut lebih dulu.
Itulah penjelasan yang dapat disampaikan oleh digital agency Jakarta, yakni TheConversion dalam kesempatan kali ini untuk menjawab pertanyaan mengenai konten seperti apa yang disukai oleh mesin pencari Google. Kelima tips tersebut sudah disesuaikan dengan informasi terupdate mengenai algoritma Google yang terbaru.
Karena algoritma Google saat ini sudah pintar dalam menilai halaman sebuah webiute dan bisa mengetahui manakah website dengan value tinggi juga bermanfaat untuk visitornya, digital agency Jakarta, yakni TheConversion mengatakan, buatlah konten yang berkualitas serta bermanfaat untuk visitormu.
Dapatkan informasi terupdate seputar dunia digital marketing dari digital agency Jakarta, yakni TheConversion dengan follow Instagram @tconversion atau kunjungi www.theconversion.com.
Tags
Recent Articles
31 January 2025
22 January 2025
28 September 2024
Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu
Siapa disini yang tidak ingin mendapatkan omset puluhan juta dalam waktu seminggu bahkan bisa kurang ...
Customer engagement terjadi karena adanya interaksi, efek, atau pengalaman yang dirasakan pelanggan terhadap bisnis atau produk Anda. ...
Dengan miliaran pengguna aktif setiap hari, platform seperti Instagram menyediakan kesempatan yang luar biasa bagi bisnis untuk menjangkau audiens yang luas. ...