Online Shop pakai Sistem COD? Gimana ya?
Sudah tahukan jika saat ini Online Shop juga sudah digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa, bahkan orang tua sekalipun. Hal ini disebabkan karena berbelanja melalui Online sangat dimudahkan oleh e-commerce. Kenapa mudah? Karena kamu tidak perlu menghabiskan waktu cukup lama lagi. Apalagi dimasa pandemi membuat siapa saja sudah takut untuk keluar rumah jika tidak memiliki kepentingan khusus.
Jika kamu bisa pintar memilih, kamu tidak akan tertipu oleh barang yang sudah kamu beli melalui e-commerce lho. Kenapa begitu? Kamu bisa membeli barang yang sudah ada testimoninya atau bisa melihat review dari pelanngan lainnya. Pastikan apa yang kamu beli sudah sesuai dengan keinginan kamu.
Nah, jika kamu sudah memastikannya. Pasti kamu perlu membayar barang yang sudah kamu beli, bukan? Melalui e-commerce semua juga sudah dipermudah lho, bisa melalui mbanking, mini market, atau pembayaran e-wallet.
Tapi, ternyata kamu tidak bisa melupakan pembayaran yang satu ini, yaitu sistem COD. Pembayaran ini sangat disukai oleh banyak orang dikarenakan pembayaran yang bisa bayar ditempat. Menarik bukan? Apalagi untuk kaum anak-anak atau orang tua yang tidak paham melakukan pembayaran melalui mbanking. Nah, sistem COD adalah jalan tercepat satu-satunya.

Namun, ternyata sistem COD banyak disalahgunakan oleh orang-orang yang memiliki niat jahat untuk orang yang tidak memiliki salah. Contohnya saja, sistem COD ini bisa melakukan pembelian namun dengan menggunakan alamat orang lain, tanpa sepengetahuan orang tersebut. Hal ini sangat merugikan, karena jika ia tidak merasa membeli namun harus membayar dalam jumlah yang mahal. Sungguh miris sekali.
Selain itu ada contoh lain yang sedang marak dan viral di sosial media yaitu, membeli barang namun tidak sesuai dengan gambar dan harapannya, hal ini berakhir dengan seorang ekspedisi atau pengirim yang dimarahi oleh pembeli, padahal hal ini disebakan oleh pembeli yang tidak teliti. Maka dari itu, sistem COD ini memiliki kelebihan seperti yaitu banyak pembelinya, praktis dan mudah. Namun, kekurangannya bisa merugikan orang lain.
So, berikut TheConversion sampaikan cara AMAN melakukan sistem COD untuk penjual :

1. Followup Kepada Pembeli
Pastikan kepada pembeli untuk bertanggung jawab dan mematuhi ketentuan sistem COD yang sudah diberikan.
2. Periksa Alamat
Pastikan alamat yang diterima secaralengkap, valid dan sesuai dengan pengiriman.
3. Cari Tahu Info Pembeli
Pastikan mengetahui detail informasi dari si pembeli, seperti alamatnya apakah return sistem COD tinggi atau tidak.
4. Bayar Diawal
Jika memungkinkan hal ini terjadi, ajak pembeli untuk melakukan pembayaran biaya 50% diawal dan melunasi ketika barangnya sampai.
Hal diatas dilakukan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan oleh pembeli, namun jika kecurangan dilakukan oleh penjual kamu bisa melakukan komplain pada e-commerce yang kamu lakukan pembelian ya.
So, adakah study kasus yang ingin kamu share kembali?
Tags
Recent Articles
31 January 2025
22 January 2025
28 September 2024
Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu
Brand personality adalah hal yang penting untuk menarik perhatian konsumen agar melihat kemudian membeli suatu produk. ...
Engagement rate berfungsi sebagai alat riset yang bertujuan untuk mengetahui dan memahami apa keinginan audience. ...
TikTok tidak hanya untuk hiburan dan seru-seruan saja. Kamu juga bisa menghasilkan uang dari TikTok ...