Original vs Non-Original Sound di TikTok: Mana yang Lebih Efektif untuk Engagement?

TikTok adalah platform media sosial yang populer yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi video pendek. Aplikasi ini telah menjadi platform yang penting bagi bisnis untuk menjangkau audiens baru, membangun kesadaran merek, dan meningkatkan penjualan.
Salah satu aspek penting dari video TikTok adalah suaranya. Digital agency Jakarta, yakni TheConversion menjelaskan bahwa suara dapat membantu membuat video lebih menarik, relevan dan viral. Ada dua jenis suara yang dapat digunakan di TikTok yakni original dan non-original.
Suara original adalah suara yang dibuat oleh pengguna sendiri, sedangkan suara non-original adalah suara yang dibuat oleh orang lain, seperti artis musik atau pembuat konten. Pertanyaannya adalah, jenis suara mana yang lebih efektif untuk membuat konten memiliki lebih banyak engagement?
Lantas apakah ada alasan khusus mengapa memilih sound yang tepat untuk konten TikTok penting untuk mendapatkan engagement serta meningkatkan awareness brand ID TikTok?
- Sound dapat menarik perhatian audiens
Suara adalah salah satu elemen pertama yang akan dilihat atau didengar oleh audiens Anda. Suara yang menarik dan relevan dapat membantu menarik perhatian audiens dan membuat mereka ingin menonton video Anda lebih lama.
- Sound dapat membantu menyampaikan pesan Anda
Suara dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau cerita Anda. Misalnya, Anda dapat menggunakan suara untuk menceritakan kisah tentang produk atau layanan Anda, atau untuk menyampaikan pesan merek Anda.
- Sound dapat membantu Anda bergabung dengan tren
Tren suara dapat muncul dengan cepat di TikTok. Dengan memilih suara yang sedang tren, Anda dapat meningkatkan peluang konten Anda untuk muncul di For You Page (FYP) pengguna lain.
- Sound dapat membantu Anda menonjol dari keramaian
Suara yang unik dan menarik dapat membantu Anda menonjol dari keramaian konten TikTok. Hal ini dapat membantu meningkatkan kesadaran brand ID TikTok Anda.
Menurut TheConversion, salah satu digital agency di Jakarta, baik sound original maupun non-original memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri dalam penggunaannya. Karenanya dalam kesempatan kali, TheConversion akan menjelaskannya untuk Anda.

Keuntungan suara original
Suara original memiliki beberapa keuntungan dibandingkan suara non-original. Pertama, suara original dapat membantu bisnis untuk menonjol dari keramaian. Suara original yang unik dan menarik dapat menarik perhatian audiens dan membuat konten Anda lebih berkesan.
Kedua, suara original dapat membantu bisnis untuk membangun identitas merek yang unik. Suara original dapat menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan pesan atau nilai-nilai merek Anda.
Ketiga, suara original dapat membantu bisnis untuk melindungi hak cipta mereka. Bisnis memiliki hak penuh atas suara original yang mereka buat, sehingga mereka tidak perlu khawatir tentang masalah hak cipta.
Keuntungan suara non-original
Suara non-original juga memiliki beberapa keuntungan dibandingkan suara original. Pertama, suara non-original dapat membantu bisnis untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Suara non-original yang populer dapat membantu konten Anda muncul di For You Page atau FYP pengguna lain.
Kedua, suara non-original dapat membantu bisnis untuk bergabung dengan tren yang sedang berlangsung. Tren suara non-original dapat muncul dengan cepat, dan bisnis dapat memanfaatkan tren ini untuk membuat konten yang viral.
Ketiga, suara non-original dapat menghemat waktu dan tenaga bagi bisnis. Para pemilik bisnis tidak perlu membuat suara mereka sendiri, sehingga mereka dapat berfokus pada membuat konten yang menarik.
Jadi, mana yang lebih efektif?
Jenis suara yang lebih efektif untuk membuat konten memiliki lebih banyak engagement tergantung pada tujuan bisnis. Digital agency Jakarta, yakni TheConversion menjelaskan, jika bisnis ingin menonjol dari keramaian dan membangun identitas merek yang unik, maka suara original adalah pilihan yang tepat. Namun, jika bisnis ingin menjangkau audiens yang lebih luas dan bergabung dengan tren yang sedang berlangsung, maka suara non-original adalah pilihan yang lebih baik.

Untuk Anda yang ingin meningkatkan engagement dengan suara original, berikut ada beberapa tips dari digital agency Jakarta, yakni TheConversion yang bisa Anda coba. Yakni :
- Buat suara yang unik dan menarik. Suara Anda harus berbeda dari suara-suara lain yang ada di TikTok.
- Gunakan suara Anda untuk menyampaikan pesan atau cerita. Suara Anda harus lebih dari sekadar musik latar.
- Promosikan suara Anda di media sosial lainnya. Biarkan orang lain tahu tentang suara Anda sehingga mereka dapat menggunakannya dalam video mereka.
Tapi jika Anda ingin menggunakan sound non-original untuk meningkatkan engagement, maka Anda bisa mengikuti beberapa tips dari TheConversion, salah satu digital agency di Jakarta berikut ini.
- Pilih suara yang relevan dengan audiens Anda. Suara yang relevan akan lebih mungkin menarik perhatian audiens Anda.
- Buat video yang menarik dan relevan dengan suara. Video Anda harus menarik dan relevan dengan suara yang Anda gunakan.
- Gunakan hashtag yang relevan. Gunakan hashtag yang relevan untuk membantu orang menemukan video Anda.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat memilih sound yang tepat untuk konten TikTok Anda. Hal ini dapat membantu Anda mendapatkan engagement yang lebih tinggi serta meningkatkan awareness brand ID TikTok Anda.
Dapatkan update terkait dunia digital marketing lainnya dengan follow sosial media @tconversion atau kunjungi www.theconversion.com
Tags
Recent Articles
31 January 2025
22 January 2025
28 September 2024
Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu
Pendekatan soft selling ialah mempromosikan produk dengan memberikan nilai-nilai yang akan didapat dari brand. ...
Menurut Jasa Digital Marketing Situs yang berfungsi optimal bisa menjadi strategi efektif untuk lebih unggul dari kompetitor ...
Memiliki followers Twitter dengan jumlah yang banyak bisa menjadi kebanggaan tersendiri untuk pemili ...