Loading

Website WordPress Kamu Lemot? Yuk Gunakan Cara Ini!
19-04-2024 by Author

Semua orang pasti ingin websitenya bisa diakses dengan cepat, mudah, dan tanpa masalah. Kalau menggunakan WordPress, ada banyak cara mempercepat website WordPress yang bisa kamu lakukan. Menurut Jasa Digital Marketing, waktu loading yang ideal adalah tiga detik atau kurang. Jika lebih lama, website kamu harus segera dioptimalkan.

Berikut ini adalah cara mempercepat loading WordPress yang akan Jasa Digital Marketing sampaikan :

Gunakan Paket Hosting Sesuai Kebutuhan

Pertama, pastikan untuk menggunakan provider hosting yang tepercaya dan beli paket yang bisa memenuhi kebutuhan. Web host yang buruk dan paket hosting yang tidak memadai bisa memperlambat website, serta berpotensi menimbulkan banyak masalah. Pastikan perusahaan hosting yang kamu pilih memiliki track record yang terbukti memberikan performa website WordPress yang baik, juga memiliki customer support yang siap membantu kamu kapan saja.

Setelah memilih provider hosting, saatnya memilih paket yang paling sesuai untuk website WordPress kamu. Secara umum, provider hosting menawarkan berbagai tipe hosting, seperti:

  • Shared Hosting. Jenis hosting untuk pemula yang menyimpan beberapa website pada server yang sama, dengan sistem berbagi sumber daya.
  • Cloud Web Hosting. Jenis hosting premium yang terdiri dari beberapa server dalam satu kluster. Menurut Jasa Digital Marketing pemakaian cloud hosting juga mudah, hampir sama dengan shared hosting.
  • VPS Hosting. Jenis hosting yang memberi pengguna akses root dan beberapa resource khusus. Diperlukan skill teknis untuk proses setting dan maintenance tipe hosting ini.
  • WordPress Hosting. Jenis shared hosting yang didesain khusus untuk memaksimalkan performa dan keamanan WordPress.

Pilih Lokasi Server Terdekat

Lokasi menentukan seberapa cepat server menerima dan mengirimkan kembali permintaan loading website. Meskipun teknologi saat ini sudah cukup mumpuni dalam mempercepat koneksi, latensi masih menjadi masalah. Latensi adalah jumlah waktu yang dibutuhkan oleh web server untuk menerima dan memproses permintaan halaman web. Nah, salah satu faktor signifikan yang memengaruhinya adalah jarak fisik ke server tersebut.

Web akan melakukan request data, lalu data akan ditransfer dari server ke server sampai tiba di browser pengunjung. Kalau lokasi servernya jauh, latensinya akan cukup tinggi dan butuh waktu lebih lama untuk loading halaman web di browser. Latensi tinggi juga akan memperlambat website dan mengacaukan user experience secara keseluruhan. Bahkan, bisa lebih parah lagi kalau website kamu memiliki banyak konten berukuran berat, seperti artikel dengan banyak gambar atau video HD.

Gunakan CDN

Content Delivery Network atau CDN adalah jaringan server yang terdistribusi secara geografis, yang bekerja sama untuk mempercepat proses menampilkan website di browser pengguna. Seperti yang kita tahu, cache adalah ruang penyimpanan sementara yang berfungsi untuk mempercepat loading. CDN bekerja dengan menyimpan salinan konten statis website ke dalam cache, sehingga saat pengguna berkunjung lagi, server terdekatnya akan langsung memuat kontennya untuk mengurangi jumlah permintaan HTTP eksternal.

Ada berbagai CDN yang bisa kamu gunakan. Beberapa WordPress host menawarkan paket CDN yang bisa dibeli bersama layanan hosting. Jasa Digital Marketing  mengatakan, salah satu CDN terbaik yang ada saat ini adalah Cloudflare, yang menawarkan paket gratis maupun berbayar. Setelah Cloudflare diaktifkan, instal dan aktifkan plugin Cloudflare WordPress. Plugin ini memungkinkan kamu mengonfigurasi pengaturan CDN langsung dari dashboard.

Sajikan Konten Melalui HTTP/2

Hypertext Transfer Protocol (HTTP) berperan sebagai fondasi/protokol komunikasi data di World Wide Web. HTTP merupakan cara klien dan server saling bertukar informasi. Contohnya seperti ini: ketika seseorang mengunjungi theconversion.com, browser mereka akan mengirimkan permintaan HTTP ke server yang akan memprosesnya dan memuat konten website.

Literasi pertama HTTP, yaitu HTTP/1, sebenarnya cukup efektif. Namun, versi yang pertama ini masih jauh lebih lambat dibanding versi yang lebih baru, HTTP/2. Berikut beberapa kelebihan yang dimiliki HTTP/2 vs HTTP/1:

  • Komunikasi yang lebih efisien. HTTP/2 menggunakan protokol biner yang dirancang untuk komunikasi antarperangkat. Menurut Jasa Digital Marketing dibandingkan dengan HTTP/1 yang menggunakan protokol berbasis teks, data biner secara signifikan lebih sederhana untuk diproses.
  • Prioritas lebih diperhitungkan. Dengan HTTP/2, developer website bisa menentukan konten mana yang harus dimuat lebih dulu. Misalnya, fitur ini memungkinkan browser memuat konten yang lebih ringan (misalnya teks), yang nantinya memberikan kesan bahwa website bisa memuat konten dengan lebih cepat.
  • Multiplexing. Dengan HTTP/1, browser hanya bisa memuat elemen satu per satu. HTTP/2 meningkatkan proses ini dengan memungkinkan browser memuat berbagai jenis konten dalam satu koneksi.
  • Proses push dari server. HTTP/2 memungkinkan server mengirim konten sebelum browser memintanya.
  • Kompresi yang lebih canggih. Dibanding HTTP/1, kompresi HPACK yang digunakan HTTP/2 bisa menghilangkan redundansi pada paket HTTP dalam proses exchange. HPACK bisa membuat pesan HTTP menjadi lebih kecil, yang mempercepat loading WordPress.
  • Untungnya, sebagian besar penyedia hosting WordPress sudah menggunakan HTTP/2 secara default. Tidak perlu melakukan migrasi secara manual karena LiteSpeed yang digunakan oleh Hostinger sudah mendukung HTTP/2.
  • Provider hosting WordPress yang menggunakan server Nginx juga mendukung HTTP/2, sementara server Apache baru pada tahun 2015 lalu. Apabila web host kamu menggunakan Apache, hubungi mereka untuk cari tahu apakah dukungan HTTP/2 tersedia atau tidak.
  • Tapi, kalau tidak yakin apakah website WordPress kamu menggunakan HTTP/2, gunakan HTTP/2 Test Tool dan HTTP2.Pro untuk mengeceknya. Kalau ternyata website kamu masih menggunakan HTTP/1, cek apakah web host kamu menawarkan HTTP/2, lalu kontak mereka untuk memulai migrasi.
  • Selain itu, perlu diingat bahwa menginstal sertifikat SSL sangat disarankan untuk HTTP/2, karena hampir semua browser hanya mendukung HTTP/2 melalui koneksi yang terenkripsi. Biasanya, layanan SSL sudah disediakan provider hosting atau kamu bisa membelinya di penyedia khusus SSL.

Demikian ulasan yang dapat Jasa Digital Marketing sampaikan. Untuk informasi pembuat website yang SEO friendly, kamu bisa menghubungi TheConversion di minTerima kasih.


Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu


12 July 2021

Sudah tahukan jika saat ini Online Shop juga sudah digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa, bahk ...

by Author
18 December 2022

Generasi milenial adalah mereka yang lahir mulai tahun 1980 hingga 1995 atau berusia sekitar 27 hingga 42 tahun. ...

by Author
23 March 2024

Banyak orang yang mengatakan perbandingan adalah pencuri kebahagiaan dan itu benar, kecuali ketika Anda bekerja di industri yang kompetitif. ...

by Author