Content Marketing VS Content Strategy, Apa Bedanya?
Kemudahan mengakses berbagai content dengan memanfaatkan koneksi internet saat ini membuat banyak orang menjadikan content creator sebagai sebuah profesi. Apakah kamu juga termasuk yang tertarik untuk terjun ke dalam dunia tersebut?
Jika kamu ingin menjadi seorang content creator, maka begitu memasuki industri kreatif ini kamu akan familiar dengan istilah content marketing dan content strategy. Tapi, apa perbedaan dari keduanya.
TheConversion, perusahaan digital agency di Jakarta akan menjelaskannya untukmu dalam kesempatan kali ini. Maka dari itu, mari kita simak penjelasannya berikut ini.
- Content Strategy
Merupakan strategi yang diambil berdasarkan business goals, seperti membangun brand awareness, brand loyalty dan mengedukasi konsumen dengan menggunakan konten sebagai sarana utama untuk mencapai tujuan tersebut.
- Content Marketing
Adalah strategi yang mengkreasikan pesan, baik berupa text, gambar, video maupun audio yang relevan, bernilai serta menarik sehingga mampu membuat audiens tertarik untuk melakukan suatu tindakan. Salah satunya adalah membeli produk.
Karenanya, perusahaan digital agency Jakarta, yakni TheConversion menyimpulkannya untukmu. Content strategy merupakan pemikiran dan penelitian yang dilakukan untuk membangun content marketing campaign yang efektif. Sedangkan content marketing merupakan bagian dari campaign tersebut.
Dan sama seperti pembuatan konten marketing, riset menjadi bagian penting dalam penyusunan dan pembuatan content strategy. Maka dari itu, guna membantu mengembangkan strategi konten yang kamu buat, salah satu digital agency Jakarta, yakni TheConversion punya tips dalam membuat content strategy.
Mari simak penjelasannya berikut ini.
- Tentukan Tujuan
Sama halnya seperti membangun bisnis, langkah pertama yang perlu dilakukan dalam pembuatan content strategy adalah menentukan goals atau tujuan. Dari tujuan ini, nantinya akan menjadi acuan untukmu dalam menentukan strategi yang tepat.
- Ketahui Siapa Target Marketmu
Bagaimana kamu bisa mencapai goals jika tidak tahu apa yang menjadi ketertarikan dan kebiasaan dari target marketmu?
Dengan mengetahui siapa targetmu, maka kamu bisa membuat konten yang sesuai, mulai dari penggunaan bahasa sampai layout design social media. Karenanya, TheConversion, perusahaan digital agency di Jakarta mengatakan bahwa sangat penting untuk melakukan riset terhadap target pasarmu lebih dulu.
- Lakukan Optimasi SEO
Optimasi SEO bisa dimulai dengan membuat kontent yang SEO friendly agar lebih mudah ditemukan oleh target marketmu. Gunakakan keyword atau kata kunci yang relevan dan sering dicari dengan menggunakan tools-tools SEO.
- Lakukan Analisa Kompetitor
Melakukan analisa kompetitor bukan berarti membuat konten yang sama persis tanpa mengembangkan ide untuk konten itu sendiri. Analisa kompetitor disini dilakukan untuk mencari tahu mengapa konten kompetitor terlihat lebih menarik dan bisa sukses.
Dari hasil analisa tersebut, kamu bisa melihat konten seperti apa saja yang memiliki angka pencarian tinggi serta mampu menarik perhatian audiens.
- Tentukan Channel atau Platform Sosial Media
Jika beberapa tahun lalu Facebook menjadi salah satu platform sosial media dengan banyak user, maka saat ini ada lebih banyak pilihan platform sosial media yang memiliki banyak user. Tapi yang perlu dicatat adalah kamu tidak perlu menggunakan semuanya untuk menarik perhatian user.
Kamu bisa menggunakan setidaknya 3 sosial media yang sesuai dengan bisnis dan target marketmu, seperti Facebook, Instagram dan TikTok. Perushan digital agency Jakarta, yakni TheConversion berpesan, asalkan terkelola dengan baik maka akan memberikan hasil yang efektif dibandingkan menggunakan semua platform tapi tidak optimal.
- Buat Editorial Plan dan Calendar
Supaya kamu bisa lebih mudah dalam men-tracking konten yang dibuat, siapa yang terlibat sampai dengan proses apa saja yang perlu dilakukan, maka diperlukan editorial plan serta editorial calendar.
- Bangun Kredibilitas
Melalui konten yang dibuat, kamu bisa membangun kredibilitas bisnis yang bernilai dan bermanfaat bagi target market secra konsisten. Sehingga ketika ada produk yang dicari oleh user, maka yang mereka cari adalah produk yang kamu tawarkan.
Lantas, apakah keduanya dibutuhkan dalam menjalankan digital marketing campaign?
Jawabannya adalah sama-sama diperlukan. Menurut TheConversion, perusahaan digital agency Jakarta, content strategy diperlukan agar konten yang dibuat tetap user friendly, mampu memberikan informasi ataupun keuntungan untuk prospek kedepannya.
Sedangkan content marketing diperlukan untuk menjaga strategi yang sudah dijalankan bisa menghasilkan prospek dan meningkatkan peringkat di halaman pencarian.
Kamu memerlukan contehnt strategy dan content marketing untuk bisnismu?
Segera hubungi TheConversion, salah satu perusahaan digital agency Jakarta yang sudah bekerja sama dengan lebih dari 200 brand ternama di Indonesia dan sudah berpengalaman di dunia digital marketing sejak 10 tahun terakhir.
Tags
Recent Articles
31 January 2025
22 January 2025
28 September 2024
Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu
Riset Keyword YouTube adalah cara menemukan kata kunci (kata atau frasa) yang sering digunakan orang lain untuk mencari video YouTube. ...
Customer retention adalah upaya yang dilakukan pelaku bisnis atau perusahaan untuk mempertahankan pelanggan. ...
TikTok Creative Center adalah salah satu alat yang bisa digunakan untuk mencari tren terkini dan memanfaatkannya untuk strategi konten atau kampanye pemasaran. ...