Rule Of Three, Metode Rahasia Untuk Buat Pemasaranmu Lebih Menarik

Pernahkah kamu mendengar istilah Rule Of Three?
Rule of Three merupakan metode yang beberapa waktu terakhir digunakan oleh banyak perusahaan dalam digital campaignya. TheConversion, perusahaan digital agency Jakarta menjelaskan bahwa metode ini mulai populer dan mampu membangun komunikasi secara emosi dengan audiens.
Selain itu, metode ini juga bisa dipelajari dan dicoba jika kamu ingin menentukan campaign untuk sebuah produk yang dipasarkan. Namun, bagi kamu yang masih merasa awam dengan istilah rule of three ini, digital agency Jakarta, yakni TheConversion akan menjelaskannya dalam kesempatan ini.
Untuk itu, mari simak lebih dulu penjelasan mengenai rule of three dalam dunia pemasaran untuk membantu membuat kegiatan pemasaranmu menjadi lebih menarik.
Jadi, apa itu Rule Of Three?
Seperti yang sudah sedkit dibahas di awal, rule of three merupakan sebuah metode pemasaran yang saat ini mulai banyak digunakan dalam dunia pemasaran digital, dimana metode ini menggunakan prinsip semua yang dikemas dengan angka 3 akan terlihat dan terdengar lebih menarik.
Dan dari penjelasan tersebut, salah satu digital agency Jakarta, yakni TheConversion mengatakan bahwa rule of three bukanlah suatu metode, melainkan sebuah prinsip sehingga tidak ada cara baku untuk melakukannya. Prinsip ini sendiri muncul berdasarkan retorika dari Yunani kuno, dimana semua hal ddasarkan pada gagasan bahwa manusia lebih mudah memproses informasi dengan mengenal polanya.
Dan dengan adanya rule of three ini, semua informasi, baik ucapan maupun teks akan lebih mudah dicerna dan menarik audiens jika mereka dikemas dalam 3 rangkai informasi. Angka 3 ini sendiri merupakan jumlah paling kecil bagi manusia untuk membentu pola di otak mereka, sehingga membuat frasa menjadi lebih mudah diingat dan hal ini pun sejalan dengan prinsip copywriting dimana audiens lebih suka konten yang ringkas, simple namun tetap menarik.
Lalu seperti apa manfaat dari Rule Of Three itu sendiri dalam dunia marketing atau pemasaran produk?

Perusahaan digital agency Jakarta, yakni TheConversion mengatakan bahwa rule of three merupakan sebagian kecil dari ilmu marketing yang bisa kamu gunakan, terutama dalam bidang copywriting.
Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan menerapkannya dalam campaign digital marketing-mu. Yakni :
- Memberikan Karakter
Karakter yang kuat membutuhkan identitas yang bisa dikenali oleh banyak orang. Hal inilah yang bisa kamu berikan pada identitas perusahaan maupun bisnismu melalui rule of three.
Salah satunya adalah dengan membuat slogan, tagline maupun serangkaian kata yang khas dan menggambarkan produk sehingga bisa membuat karakter produk tersebut semakin kuat. Selain berpengaruh positif terhadap karakter produk, hal ini juga turut memberikan pengaruh positif terhadap perusahaan.
Jika kamu berhasil membuatnya, maka perspektif masyarakat terhadap perusahaan pun akan menjadi semakin positif dan hal ini sudah terbukti dalam banyak perusahaan, seperti perusahaan-perusahaan besar yang sering menggunakan teknik rule of three dalam kegiatan promosi mereka.
- Meningkatkan Kualitas Konten
Sebagai pemilik bisnis, tentu kamu tidak mau bukan membuat konten yang biasa-biasa saja?
Maka dari itu terapkan teknik rule of three sebagai jawabannya, apalagi rule of three memang erat kaitannya dengan sosial media, karenanya kamu bisa menerapkan teknik ini dalam konten-konten sosial media yang kamu buat.
Kamu bisa membuat konten menjadi lebih menarik dengan menggunakan bahasa-bahasa yang menarik juga. Dengan begitu, audiens menjadi tidak mudah bosan dan akan selalu menantikan koten yang kamu buat.
Jika kamu ingin menyelipkan promosi produk dalam konten yang dibuat, TheConversion, perusahaan digital agency Jakarta berpesan untuk tidak terlalu menyelipkan hard selling dalam prinsip rule of three, karena hal ini bisa mengganggu campaign pemasaran yang sedang kamu buat.
- Lebih Menyorot Produk
Rule of three merupakan metode yang tepat untuk menyort produk dengan cara yang lebih kekinian. Kamu tidak perlu lagi menyorot produk secara hard selling yang kemudian hanya akan membuat calon konsumen tidak jadi membeli produkmu karena merasa terpaksa.
Melalui rule of three itu sendiri, calon konsumen akan memiliki penilian berbda atas produk dengan penyampaian yang lebih menarik dari sekedar hard selling.
Lantas bagaimana dengan penggunaan konsep rule of three itu sendiri?

TheConversion, perusahaan digital agency Jakarta menekankan, ingatlah bahwa rule of three bukanlah sebuah metode, tetapi konsep atau prinsip yang pelaksanaannya tidak memiliki langkah maupun cara yang baku. Namun, bukan berarti kamu bisa menerapkannya secara sembarangan.
Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan dan terbukti berhasil. Kamu bisa menggunakan konsep rule of three ini dengan cara :
- Three Part Structure
Tips yang pertama adalah memperhatikan three part structure, yakni 3 bagian dari cerita. Kamu bisa membangun sebuah cerita dengan 3 bagian yang berbeda, dimana bagian-bagian di bisa berupa set up, confrontation dan resolution.
Rule of Three tidak selalu berkaitan dengan 3 rangkaian kata atau ucapan, tapi juga termasuk bagian struktur sebuah cerita. Karenanya, kamu bisa membangun sebuah storytelling yang terdiri dari plot awal narasi lalu membangun sebuah konflik dan diakhiri dengan resolusi atau bahkan plot twist.
Namun yang perlu kamu ingat, cerita ini merupakan bagian dari promosi atau pemasaran, sehingga jangan membangun konflik yang terlalu rumit dan justru membuat audiens menjadi berpikir keraslalu berakhir bosan. Tetap jadkan pemasaran ini sesimple mungkin.
- Tricolon
Merupakan konsep rule of three yang cukup sering digunakan dan mungkin juga sering ditemukan dalam digital campaign beberapa produk. Namun, sayangnya tidak banyak orang yang menyadari bahwa hal tersebut merupakan salah satu bentuk penerapan rule of three.
Perusahaan digital agency Jakarta, yakni TheConversion menjelaskan bahwa tricolon adalah sebuah teknik dimana kamu menggabungkan 3 kata yang saling berhubungan untuk membuat kampanye pemasaran menjadi lebih catchy. Seperti halnya yang sudah dijelaskan sebelumnya, teknik rule of three ini digunakan untuk membuat manusia dapat memproses sebuah informasi lebih cepat melalui sebuah pola.
Maka dari itu, kamu harus membuat sebuah pola dari 3 kata yang saling berhubungan namun tetap menarik untuk dibaca. Cara ini pun sangat efektif ketika kamu akan membuat sebuah slogan, sehingga akan lebih mudah diingat oleh audiens.
Bentuk tricolon yang paling terkenal dan banyak digunakan kembali oleh publik adalah 'Vini Vidi Vici' atau 'Aku melihat, datang dan taklukan' yang dilontarkan oleh Julius Caesar. Kata-kata tersebut memang terdengar sederhana, namun pelafalannya yang mudah, unik dan senada serta artinya yang menarik membuatnya menjadi lebih mudah diingat.
Jika kamu berhasil membuat hal semacam ini untuk digital campaign produkmu, maka besar kemungkinan kampanye pemasaranmu akan berhasil dan memberikan dampak yang positif dalam hal penjualan.
- Hendiatris
Konsep hendiatris hampir mirip dengan tricolon, namun yang membedakannya adalah struktir kata yang lebih panjang tapi tetap menggunakan teknik 3 kata atau rule of three. Hendiatris bisa diterapkan atau digunakan dengan menyelipkan 3 kata menarik untuk menyampaian sebuah konsep atau informasi.
Cara ini sendiri cukup efektif untuk digunakan ketika kamu hendak menggunakannya pada pidato atau slogan saat melakukan kampanye sebuah produk. Dan untuk membuatnya, pastikan hendiatris yang kamu buat memiliki makna yang menarik dan bisa sampai ke emosi pembaca.
Dari pembahasan mengenai rule of three yang sudah dibahas oleh perusahaan digital agency Jakarta, yakni TheConversion dalam kesempatan kali ini, rule of three adalah aspek yang penting dalam kegiatan marketing dan perannya cukup penting untuk dipelajari. Tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan atau hanya untuk sekedar meningkatkan brand awareness dari produk maupun bisnismu terhdap calon konsumen atau target audiensmu.
Kamu membutuhkan konsultasi terkait strategi lainnya untuk pemasaran bisnis maupun produkmu secara digital?
Hubungi digital agency Jakarta, yakni TheConversion dengan mengunjungi www.theconversion.com dan dapatkan konsultasi GRATIS dari kami!
Tags
Recent Articles
31 January 2025
22 January 2025
28 September 2024
Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu
Engagement rate berfungsi sebagai alat riset yang bertujuan untuk mengetahui dan memahami apa keinginan audience. ...
Beberapa tahun belakangan, Instagram menjadi platform sosial media yang digandrungi oleh para pengguna sosial media di seluruh dunia. ...
Seiring dengan pertumbuhan pengaruh dan popularitas TikTok, dipastikan platform ini akan menjadi sangat ramai. ...