Loading

Apa Itu Viable Product Dan Bagaimana Manfaatnya Untuk Bisnis?
27-10-2022 by Author

Pernahkah kamu mendengar mengenai istilah Viable Product?

Istilah ini merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui ketika kamu menjalankan sebuah bisnis startu ataupun bekerja sebagai pengembang produk dalam sebuah perusahaan. TheConversion, perusahaan digital agency Jakarta menjelaskan bahwa dengan mengetahui hal ini akan sangat berguna untuk mempercepat pertumbuhan perusahaanmu, apalagi jika kamu menguasainya dengan baik.

Istilah Viable Product ini juga dikenal dengan singkatan MVP, yakni Minimum Viable Product dan jika sebagai pemilik bisnis startup kamu tidak menerapkannya, maka kemungkinan besar kamu akan mengalami kesulitan dalam memperkenalkan produkmu ke masyarakat. Sehingga akhirnya kamu akan sulit untuk mendapatkan konsumen.

Mengapa demikian?

Perusahaan digital agency Jakarta, yakni TheConversion menjelaskan alaannya, hal ini dikarenakan MVP merupakan standar dari sebuah produk untuk bisa diperkenalkan kepada masyarakat atau calon konsumen dan standar ini dibuat untuk menghindari eror atau kesalahan dalam produk ketika sudah dalam tahap pengenalan.

Hal yang melatarbelakanginya adalah banyaknya konsumen yang kecewa dan tidak jadi bekerja sama, karena produk yang ditawarkan justru menunjukkan kecacatan produksi yang seharusnya tidak terjadi. Maka dari itu, sebelum dirilis atau diperkenalkan, sebuah produk harus memenuhi Minimum Viable Product lebih dulu.

Sehingga apa yang sudah dipresentasikan ke calon konsumen merupakan produk yang sudah stabil. Namun yang perlu digarsbawahi adalah Minimum Viable Product bukan berarti produk tersebut sudah sempurna.

TheConversion salah satu digital agency Jakarta menjelaskan terkadang produk juga tetap membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyentuh kata sempurna dan 100% jadi. Sehingga tahapan Minimum Viable Product cukup sampai produk tersebut berfungsi dengan baik saja.

Pengembangan lebih lanjut bisa terus dilakukan sambil berjalan atau ketika produk sudah digunakan oleh konsumen. Dan metode ini seringkali diterapkan oleh perusahaan startup dengan produk berupa aplikasi juga website, ataupun untuk produk lain yang berkaitan dengan IT. Lantas, apa tujuan dari digunakannya MVP atau Minimum Viable Product ini?

Ada 4 tujuan utama dari penggunaan Minimum Viable Product yang akan dijelaskan oleh perusahaan digital agency Jakarta, yakni TheConversion dalam kesempatan kali ini. Untuk itu, mari simak ulasannya berikut ini.

  • Meminimalisir Kegagalan Produk

Tujuan pertama adalah untuk meminimalisir kegagalan pada suatu produk. Ketika sebuah produk dirilis kepada konsumen tanpa ada standar tersendiri, maka sangat rawan terjadi miss di beberapa bagian, baik itu kesalahan besar maupun kecil.

Meskipun sudah melalui proses quality control dan sudah ada quality assistant yang melakukan testing pada produk tersebut, namun tetap saja standar minimal produk untuk dirilis masih tetap diperlukan.

Ketika produk sudah minim error, maka hal ini akan mempermudah proses pengembangan kedepannya. Sebagai pemilik bisnis, kamu juga tidak perlu lagi khawatir akan terjad banyak error atau kegagalan pada produk tersebut, karena produk sudah memenuhi Minimum Viable Product yang ditentukan sebelumnya.

  • Produk Bisa Dirilis Lebih Cepat

Untuk bisa membangun produk digital yang kompleks memang diperlukan waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa sampai bertahun-tahun. Jika tanggal perilisan ditentukan setelah produk selesai 100%, maka hal tersebut sangat tidak efisien karena memelukan waktu yang lama.

Karenanya, digital agency Jakarta, yakni TheConversion mengatakan bahwa disinilah Minimum Viable Product digunakan dengan tujuan agar produk bisa dirilis lebih cepat meskipun belum 100% selesai. Namun setidaknya produk tersebut sudah memenuhi standar Minimum Viable Product yang sudah ditentukan.

  • Menguji Produk Pada User

Tujuan penggunaan Minimum Viable Product adalah untuk memperkenalkan produk kepada konsumen dengan lebih cepat dan tujuan ini berkaitan dengan pengujian produk kepada pengguna yang benar-benar awal dengan teknologi maupun pengembangan produk berbasis IT.

Dalam proses pengembangan sebuah tim pasti memiliki bagian quality assistant untuk melakukan testing pada produk sebelum dirilis. Namun, kamu tetap memerlukan feedback dari user asli untuk menilai apakah produk kamu sudah layak dirilis secara penih atau belum.

  • Meminimalisir Pengeluaran yang Tidak Perlu

Produk yang sudah 100% jadi dan baru dirilis ke user asli sangat rawan ditemukan error dimana-mana yang nantinya hanya akan menambahkan biaya perbaikan secara menyeluruh. Dan tentunya masalah ini bisa saja diselesaikan dengan mudah jika kamu menerapkan sistem Minimum Viable Product.

Ketika suatu produk yang diperkenalkan kepada publik mengalami kesarahan, error atau mendapatkan feedback negatif pada produk MVP, maka sebagai pemilik bisnis bisa memperbaiki produk yang belum sempurna terebut dengn lebih cepat. Hal ini berbeda ketika produk sudah jadi secara keseluruhan, selain itu biaya fixing juga akan jauh lebih mahal dan memerlukan waktu yang lebih lama.

Demikianlah pembahasan mengenai Minimum Viable Product yang dapat disampaikan oleh perusahaan digtal agency Jakarta, yakni TheConversion dalam kesempatan kali ini. Dapatkan informasi terkait dunia digital marketing dari TheConversion, dengan mengunjungi www.theconversion.com atau follow official Instagram account @tconversion.

 


Rekomendasi Artikel Menarik untuk Kamu


12 July 2022

Banyak orang yang telah menghasilkan ratusan juta rupiah dari aktivitas online mereka. Anda juga dapat meraih kesuksesan yang sama. Asal, Anda mengetahui cara yang tepat ...

by Author
28 June 2023

Algoritma TikTok adalah sistem atau aturan yang memutuskan video akan tampil pada lama For Your Page (FYP) berdasarkan prefensi tiap pengguna. ...

by Author
24 September 2024

Internet marketing, atau pemasaran online, adalah rangkaian strategi dan teknik yang digunakan untuk mempromosikan produk atau layanan melalui internet ...

by Author